Pernah nggak kamu lihat lantai batu alam yang awalnya kelihatan bagus, tapi pelan-pelan berubah jadi buram? Atau marmer yang dulu kinclong, sekarang seperti ada selaput kusam yang nggak hilang-hilang walau sudah dipel rutin? seringkali masalahnya disebabkan pada perawatan batu alam yang kurang tepat.
Batu alam, marmer, granit, dan terazzo itu seperti empat karakter yang beda. Sama-sama cantik, tapi cara memperlakukannya nggak bisa disamakan. Kalau kamu rawat seperti keramik biasa pakai cairan pel serbaguna, disikat keras, atau dibersihkan pakai pembersih yang terlalu kuat hasilnya bisa bikin permukaan cepat kusam, belang, licin, bahkan rusak permanen.
Kenapa Perawatan Batu Alam Tidak Bisa Disamakan
Batu alam mempunyai punya pori – pori. Ada yang porinya lebih terbuka, ada yang lebih rapat. Selain itu ada finishing yang bikin permukaan bisa halus, doff, atau bertekstur. Kombinasi pori + finishing ini yang bikin batu bereaksi beda saat kena cairan pembersih.
Keramik itu relatif tahan banting. Kamu pakai cairan pel apa saja, biasanya masih aman. Tapi pada batu alam dan marmer, cairan tertentu bisa meninggalkan residu, bikin permukaan buram, atau malah memicu perubahan warna.
Makanya, kalau kamu merasa batu alam cepat kusam padahal rajin dipel, jangan langsung menyalahkan kualitas batu. Cek dulu, cara rawatnya sudah sesuai atau belum.
Perawatan Batu Alam Harian yang Aman dan Konsisten

Sumber : Stone Depot
Perawatan batu alam harian sebenarnya sederhana. Kuncinya ada tiga, lembut, rutin, dan tidak meninggalkan residu.
Yang termasuk perawatan harian itu bukan treatment berat. Ini hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari atau beberapa hari sekali, menyapu, mengepel, membersihkan cipratan, dan mengangkat debu halus.
Kesalahan umum yang sering bikin batu alam cepat kusam adalah memakai cairan pel serbaguna. Awalnya mungkin terlihat wangi dan bersih, tapi lama-lama ada lapisan tipis yang tertinggal. Lapisan ini bikin batu terlihat buram, seperti ada kabut yang menutup kilap aslinya.
Kalau kamu mau cara yang aman:
- Sapu dulu sampai bersih. Debu halus itu bisa menjadi lapisan kalau kamu pel langsung tanpa menyapu.
- Gunakan kain pel yang lembut.
- Pakai cairan pel batu alam yang aman seperti Terra Clean Mop Master, yang tidak meninggalkan residu.
- Jangan pakai takaran pekat. Lebih banyak sabun bukan berarti lebih bersih, kadang justru sebaliknya.
Perawatan seperti ini terdengar sepele, tapi efeknya besar. Karena kebiasaan harian itu yang paling sering dilakukan, jadi dampaknya terasa dalam jangka panjang.
Mengatasi Noda Ringan Sehari-hari Sebelum Jadi Membandel

Sumber : Stone Depot
Noda ringan itu seringnya muncul di tempat yang paling aktif, dapur, meja, dekat wastafel, teras, atau area masuk rumah. Noda seperti saus, kopi, minyak, kecap, bahkan jejak kaki itu terlihat kecil, tapi punya satu kebiasaan buruk, cepat meresap ke pori – pori kalau dibiarkan.
Biasanya noda tidak berubah jadi gumpalan tebal dan membekas tipis seperti bayangan. Kamu lap, tidak hilang. Kamu gosok, malah takut merusak permukaan. Apalagi kalau batu berwarna terang, bayangannya makin kelihatan.
Cara aman menangani noda ringan:
- Angkat dulu nodanya (kalau cair, serap dulu).
- Semprot atau gunakan pembersih batu alam yang aman seperti TerraClean Active.
- Diamkan sebentar.
- Lap dengan kain lembut, jangan digosok kasar.
Di sini pentingnya punya solusi yang praktis. Karena masalah noda ringan itu terjadi tiba-tiba. Kamu butuh cara cepat yang aman.
Mengatasi Lumut dan Jamur di Batu Alam Area Outdoor

Kalau kamu punya batu alam di taman, carport, dinding luar, atau area dekat kolam, kemungkinan besar kamu pernah ketemu lumut. Biasanya awalnya kecil, lalu makin lama makin menyebar. Kalau hujan turun, permukaan jadi licin. Ini bukan cuma soal tampilan, tapi juga soal keamanan.
Lumut dan jamur suka tempat lembap. Apalagi kalau pori batu terbuka dan permukaan sering basah. Masalahnya, banyak orang cuma menyikat sampai kelihatan bersih, lalu merasa selesai. Padahal area tetap lembap, jadi lumut akan balik lagi seperti biasa.

Sumber : Stone Depot
Begini cara membersihkan yang tepat dan aman untuk batu alam :
- Bersihkan lumutnya dengan cara yang tepat, gunakan cairan pembersih khusus seperti TerraClean Remover, agar tidak merusak permukaan batu.
- Setelah bersih, bantu area jadi lebih kering misalnya memperbaiki aliran air supaya tidak menggenang.
- Lakukan pembersihan ringan berkala, jangan tunggu sampai hijau tebal.
Perawatan batu alam itu ga ribet. Kalau kamu hanya bersih-bersih saat sudah parah, kamu akan capek sendiri karena masalahnya akan terus balik.
Membersihkan Noda Bekas Renovasi Tanpa Merusak Permukaan

Sumber : Stone Depot
Noda bekas renovasi berbeda dari noda harian. Nat semen, sisa grout, cipratan cat, atau bekas material itu biasanya mengeras dan menempel kuat. Kalau kamu coba bersihkan dengan gosokan kasar, yang rusak bukan nodanya, tapi permukaan batunya.
Ini yang membuat banyak rumah setelah renovasi terlihat belum selesai walaupun sebenarnya sudah rapi. Lantainya masih ada bekas putih nat semen, sudut ruangan masih ada cat menempel, dan permukaan terlihat kotor.
Cara aman membersihkan bekas renovasi:
- Jangan di gosok keras.
- Hindari cairan asam sembarangan, gunakan ciaran khusus seperti TerraClean Maxi yang sudah diformulasikan untuk noda membandel seperti nat semen, atau noda bekas renovasi lainnya.
- Bersihkan dengan cara bertahap dan terkontrol.
- Selalu tes dulu di area kecil.
Kalau noda renovasi sudah mengeras, biasanya memang butuh pembersih khusus yang dirancang untuk sisa semen atau cat, supaya nodanya terangkat tanpa merusak material.
Kesalahan Umum dalam Perawatan Batu Alam
Ini beberapa kebiasaan yang paling sering jadi penyebab batu cepat kusam sebelum waktunya:
- Memakai cairan pel serbaguna yang meninggalkan residu.
- Takaran terlalu banyak karena pikir biar lebih bersih.
- Mengepel tanpa menyapu, jadi debu halus melapisi permukaan.
- Menggunakan sikat kasar untuk semua jenis noda.
- Membersihkan pakai bahan kuat tanpa tahu cocok atau tidak untuk batu alam.
Kesalahan-kesalahan ini biasanya tidak terasa besoknya. Tapi setelah beberapa bulan, baru kelihatan efeknya, batu jadi buram, warna turun, dan tampilannya tidak segar.
Kapan Perlu Pembersih Khusus Batu Alam
Pertanyaannya, apakah selalu harus pakai produk khusus? Tidak selalu. Tapi ada tanda-tanda yang jelas kapan kamu perlu pembersih batu alam yang aman dan sesuai masalahnya.
Kamu perlu mempertimbangkan pembersih khusus kalau:
- Batu alam cepat kusam walau rutin dipel.
- Ada noda yang meninggalkan bayangan dan tidak hilang dengan air biasa.
- Ada lumut dan jamur yang cepat balik.
- Ada noda bekas renovasi seperti nat semen atau cat yang menempel.
- Kamu merawat marmer yang sensitif dan mudah berubah tampilan.
Intinya, pembersih khusus itu bukan gaya-gayaan. Itu alat bantu supaya kamu tidak merusak material yang nilainya tidak murah.
Perawatan batu alam, perawatan marmer, perawatan granit, dan perawatan terazzo itu bukan soal rajin saja, tapi soal cara yang benar. Banyak masalah yang terlihat mudah seperti kusam, belang, atau licin ternyata datang dari kebiasaan kecil, cairan pel yang salah, cara membersihkan yang terlalu keras, atau membiarkan noda mengendap terlalu lama.
Kalau kamu mau batu tetap awet bertahun-tahun, kuncinya sederhana, rawat dengan lembut, tangani noda dari awal, dan gunakan pembersih batu alam yang aman.
Kalau ragu, cara paling aman adalah konsultasi dulu. Minimal kamu bisa memastikan jenis batunya apa, finishing-nya bagaimana, dan jenis noda yang sedang dihadapi. Jadi kamu tidak nebak-nebak.
Chat kami sekarang untuk konsultasi perawatan batu alam kalian!
📩 WhatsApp: Antony +62 811-222-825
✨ Stone Depot — Where Nature Meets Design
Lihat berbagai produk menarik lainnya di TikTok Shop dan Shopee kami!
Temukan pilihan berkualitas yang cocok untuk dinding, kolam renang, taman, hingga elemen dekorasi lainnya. Klik di sini sekarang dan temukan produk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya desain Anda.

