Batu alam cepat kusam itu rasanya bikin kesal. Apalagi kalau kamu merasa sudah rajin mengepel. Lantainya bersih, nggak ada noda, tapi entah kenapa tampilannya jadi buram. Padahal dulu pas baru dipasang, warnanya hidup dan terlihat “mahal”.
Yang bikin banyak orang terjebak, kusam ini muncul pelan-pelan. Hari ini masih oke. Minggu depan mulai terlihat beda. Bulan depan makin kerasa. Sampai akhirnya kamu sadar, kok batu alam kusam setelah dipel, ya?
Kenapa batu alam kusam padahal rutin dipel

Sumber : Stone Depot
Batu alam itu punya pori dan karakter permukaan yang berbeda dari keramik. Batu alam lebih mudah menyerap atau menahan sisa bahan pembersih di permukaan dan porinya.
Jadi kadang masalahnya bukan di debunya, bukan juga di batunya. Tapi di cairan pel dan kebiasaan mengepelnya. Ada sisa tipis yang nempel, lalu menumpuk sedikit demi sedikit. Hasilnya seperti ada selaput buram yang bikin batu terlihat capek.
Kesalahan paling sering yang bikin batu alam cepat kusam saat dipel
- Kesalahan nomor satu, pakai cairan pel serbaguna. Banyak cairan pel dibuat untuk harum dan licin, atau punya kandungan yang meninggalkan lapisan supaya lantai terasa kesat-kinclong di keramik. Di batu alam, lapisan ini sering jadi biang kusam.
- Kesalahan kedua, takaran terlalu pekat. Ini biasanya karena ingin cepat bersih. Tapi makin pekat, makin besar kemungkinan residu yang tertinggal. Apalagi kalau setelahnya tidak dibilas.
- Kesalahan ketiga, mengepel tanpa bilas. Ini yang paling sering terjadi di rutinitas harian. Kamu pel sekali, lalu kering, selesai. Padahal sisa cairan yang tertinggal itu bisa jadi magnet debu. Besok dipel lagi, residu lama bercampur residu baru. Lama-lama permukaan jadi buram.
Cairan pel yang tidak membuat batu alam cepat kusam itu seperti apa

Sumber : Stone Depot
Kalau kamu ingin perawatan batu alam harian yang aman, kuncinya ada di cairan pel batu alam yang sifatnya lembut dan tidak meninggalkan lapisan.
Yang aman itu tidak bikin lantai jadi licin, dan tidak meninggalkan bekas buram setelah kering. Tujuannya bukan bikin lantai licin mengilap instan, tapi menjaga batu tetap bersih dan stabil tampilannya.
Makanya banyak orang akhirnya memilih cairan pel khusus batu alam, karena lebih aman dipakai rutin dan tidak bikin tampilan batu turun pelan-pelan.
Cara perawatan batu alam harian yang lebih aman
Sebelum ngepel, bersihkan kotoran kering dulu. Debu halus yang digesek pakai pel bisa bikin residu makin menyebar dan menempel.
Lalu pel tipis saja. Jangan terlalu basah, terutama untuk batu yang berpori. Dan yang sering dilupakan, pastikan alat pelnya bersih. Pel yang dipakai berulang tanpa dicuci itu ibarat kamu memakai sisa cairan pel lama ke seluruh lantai.
Kalau kamu mau aman banget, kamu bisa sesekali bilas dengan air bersih setelah mengepel, terutama kalau sebelumnya kamu sudah lama pakai cairan pel serbaguna.
Tanda-tanda batu alam kusam setelah dipel karena residu
Biasanya ada beberapa ciri yang gampang dikenali:
- Kalau kena cahaya, terlihat seperti ada selaput buram.
- Lantai terasa cepat menangkap debu, jadi seperti selalu kotor tipis.
- Warna batu terlihat turun, tapi kamu nggak menemukan noda spesifik.
Kalau kamu merasa ini yang terjadi, besar kemungkinan penyebabnya memang kebiasaan mengepel dan produk yang dipakai.
Kalau sudah terlanjur kusam, apa yang bisa dilakukan?
- Langkah pertama, stop dulu cairan pel serbaguna. Itu sudah cukup membantu menghentikan penumpukan residu baru.
- Langkah kedua, bersihkan residu secara bertahap dan aman. Fokusnya mengangkat lapisan tipis yang bikin buram, bukan menggosok keras sampai batu rusak. Setelah itu, baru balik ke rutinitas yang lebih tepat untuk perawatan batu alam harian.
Setiap batu alam bisa beda karakter, beda finishing, beda respons terhadap cairan. Jadi kalau kamu ragu, lebih aman diskusi dulu daripada uji coba pembersih yang terlalu keras.
Kalau kamu butuh solusi praktis untuk rutinitas harian, kamu bisa pertimbangkan cairan pel khusus batu alam seperti Terraclean Mop Master. Intinya bukan bikin ribet, tapi bikin kebiasaan mengepel jadi lebih aman supaya batu alam tidak cepat kusam.
Batu alam cepat kusam setelah dipel itu sering terjadi karena cairan pel yang salah dan residu yang menumpuk. Begitu kamu ubah cara rawatnya jadi lebih lembut dan tepat, tampilan batu biasanya jauh lebih stabil dan enak dilihat dalam jangka panjang.
Chat kami sekarang untuk konsultasi perawatan batu alam kalian!
📩 WhatsApp: Antony +62 811-222-825
✨ Stone Depot — Where Nature Meets Design
Lihat berbagai produk menarik lainnya di TikTok Shop dan Shopee kami!
Temukan pilihan berkualitas yang cocok untuk dinding, kolam renang, taman, hingga elemen dekorasi lainnya. Klik di sini sekarang dan temukan produk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya desain Anda.

